11 Juli 2026 - 22:19
Media Rusia: Prosesi Pemakaman Megah Pemimpin Syahid Merupakan Pesan Kekuatan Iran kepada Dunia

Media-media Rusia, dengan liputan luas atas prosesi pemakaman jenazah Pemimpin Syahid Revolusi Islam di Masyhad suci, menilai upacara megah ini sebagai bukti stabilitas dan persatuan Iran meskipun menghadapi serangan permusuhan Amerika Serikat dan rezim Zionis. Para analis Rusia menegaskan bahwa Iran bukan hanya tidak kalah dalam konfrontasi dengan Amerika dan Israel, tetapi justru menjadi lebih kuat.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Pada hari Kamis (9/7) media-media Rusia menerbitkan berbagai laporan mengenai prosesi pemakaman megah jenazah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei di Masyhad suci, serta kembali memublikasikan biografi Pemimpin Syahid Revolusi Islam tersebut.

Reporter RIA Novosti melaporkan: Puluhan ribu orang berkumpul di sekitar Haram Suci Imam Ridha a.s. di kota Masyhad, Iran, untuk mengikuti upacara pemakaman dan penguburan Ayatullah Khamenei, meskipun baru-baru ini terjadi serangan udara Amerika. Para peserta upacara tersebut membawa bendera nasional dan gambar pemimpin syahid mereka, serta meneriakkan slogan-slogan keagamaan.

Jaringan Russia Today juga, mengutip salah seorang warga yang hadir dalam prosesi pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam, menulis: “Saya datang karena saya merasa memiliki kewajiban. Meskipun situasi saat ini demikian, saya tidak bisa menahan diri untuk tidak memberikan penghormatan kepada seorang pemimpin yang mengorbankan hidupnya untuk mengabdi kepada tanah airnya.”

Kantor berita TASS, mengutip para pejabat Iran, melaporkan bahwa sedikitnya 4.700 peziarah asing dari 27 negara datang ke Masyhad untuk menghadiri prosesi pemakaman jenazah Ayatullah Ali Khamenei. Reporter media Rusia itu menulis: Warga Iran sejak malam sebelumnya telah hadir di Haram Suci Imam Ridha a.s. agar memiliki kesempatan untuk menyampaikan perpisahan terakhir kepada Ayatullah Khamenei.

TASS melanjutkan: Para peziarah Iran menuntut pembalasan cepat terhadap para pelaku yang menyebabkan kesyahidan Ayatullah Khamenei. Media Rusia tersebut juga mengutip seorang warga Iran yang mengatakan: Berdasarkan ajaran Ayatullah Khamenei, seluruh bangsa Timur Tengah harus bersatu dalam perjuangan melawan Israel dan Amerika Serikat.

Situs Rusia “Expert”, dalam analisisnya mengenai luasnya upacara-upacara perpisahan dan prosesi pemakaman Ayatullah Khamenei, menilai bahwa hal ini sekaligus mengirimkan pesan bahwa Iran bukan hanya tidak kalah dalam konfrontasi dengan Amerika dan Israel, tetapi juga menjadi lebih kuat.

Kirill Semenov, pakar Dewan Urusan Internasional Rusia, mengenai penyelenggaraan upacara perpisahan para pejabat asing dengan Pemimpin Syahid Revolusi Islam, mengatakan kepada media Rusia tersebut: Banyak negara, termasuk sebagian mitra Amerika di Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Qatar, tidak menolak undangan Teheran meskipun ada upaya-upaya di balik layar dari pemerintahan Donald Trump.

Grigory Lukyanov, peneliti Pusat Kajian Arab dan Islam di Institut Orientalisme Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, juga mengatakan: Bagi negara-negara kawasan Teluk Persia, keikutsertaan dalam upacara perpisahan dengan Ayatullah Ali Khamenei dipandang sebagai jalan penting untuk membangun hubungan dengan Iran, dan bagi sebagian lainnya sebagai cara untuk menata ulang hubungan tersebut. Skala besar acara-acara perpisahan dan prosesi pemakaman Pemimpin Syahid ini bertujuan menunjukkan bahwa Iran sejak konfrontasi dengan Amerika Serikat dan Israel justru menjadi semakin kuat. Peristiwa-peristiwa ini juga mengingatkan kembali pada legitimasi perlawanan serta hubungan antara pemerintahan dan rakyat.

Nikolai Sukhov, peneliti terkemuka Pusat Kajian Timur Tengah di Institut Ekonomi Dunia dan Hubungan Internasional Primakov, Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, juga mengatakan: Para pejabat Iran berhasil mengorganisasi pawai jutaan orang, menjamin keamanan, dan menyelenggarakan berbagai acara tanpa adanya tanda-tanda ketidakstabilan. Keadaan ini menunjukkan keberlanjutan kehidupan sistem politik Iran di tengah berlanjutnya kebijakan permusuhan Washington terhadap Teheran. Situasi ini menyampaikan sebuah pesan penting kepada dunia dalam ranah politik luar negeri.

Your Comment

You are replying to: .
captcha